Rabu, 02 November 2016

Resume Jurnal Mengenai Sectio Caesaria



Melahirkan merupakan pengalaman yang sangat besar bagi setiap wanita. Seorang wanita yang melahirkan harus mempertaruhkan nyawanya demi seorang anak yang akan dilahirkan olehnya. Cara wanita melahirkan beraneka ragam, ada yang melahirkan dengan normal dan ada yang melahirkan dengan operasi caesaria. Wiknjosastro dalam Sumelung, Kundre, & Karundeng (2014) mengatakan bahwa sectio caesaria merupakan tindakan operasi dimana bayi dikeluarkan melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh dan berat janin lebih dari 500 gram. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sumelung, Kundre, & Karundeng (2014) di RSUD Liun Kendage Tahuna ada beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya angka persalinan dengan cara sectio caesaria. Dari 330 ibu yang melahirkan di RSUD Liun Kendage Tahuna, 167 orang melahirkan dengan operasi cesaria dengan faktor gawat janin, persalinan tidak maju, pre-eklamsi, dan panggul ibu yang sempit. Umur mempengaruhi persalinan seorang wanita, bagi wanita yang berumur dibawah 20 tahun rahim dan panggul belum berkembang dengan baik sedangkan wanita yang berusia diatas 35 tahun kondisi kesehatan rahim sudah mulai menurun. Hal tersebut dapat menjadi resiko tinggi dalam kehamilan. Selain usia, pendidikan juga berpengaruh terhadap persalinan seorang wanita. Semakin tinggi pendidikan mereka maka akan semakin cepat memahami resiko persalinan yang dihadapi dan begitu pula sebaliknya semakin rendah pendidikan maka akan semakin sulit pemahaman mereka. Dalam penelitian ini, gawat janin merupakan indikasi utama persalinan dengan caesaria. Seorang wanita dengan gawat janin apabila dilakukan persalinan pervaginian maka akan sangat membahayakan keselamatan ibu dan bayi, karena ibu tidak bisa melakukan partus normal sehingga ibu akan mengalami hipoksia serius. Faktor yang kedua yaitu partus tidak maju, ibu mengalami ketuban pecah dini, his yang tidak adekuat, kelainan panggul dan lain-lain. Indikasi yang ketiga yaitu pre-eklamsia, penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan kurangnya pemeriksaan dini pada saat hamil. Panggul sempit adalah indikasi terendah dalam penelitian ini yang disebabkan karena terlalu kecil ukuran tubuh ibu.
Pada persalinan normal, ibu merasakan nyeri yang sangat serius pada saat proses melahirkan. Berbeda dengan melahirkan dengan cara caesarian, seorang ibu tampak nyaman saat proses persalinan tetapi pada post cesarian ibu baru merasakan efek samping dari operasi caesarian yaitu nyeri yang lebih daripada persalinan melalui pervaginian. Hal yang menyebabkan nyeri pada saat post cesarian yaitu terjadinya komplikasi. Komplikasi yang ditimbulkan yaitu nyeri pada daerah insisi, nyeri punggung, dan lain-lain. Nyeri tersebut dapat menunda mobilisasi dini dan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Namun, nyeri-nyeri yang muncul post cesarian perlu diatasi supaya tidak membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Pemberian kompres panas pada ibu primipara berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri yang dialami oleh ibu post cesarian (Putri, 2015). Selain menurunkan sensasi nyeri, kompres panas dapat meningkatkan poses penyembuhan jaringan yang mengalami kerusakan. Kompres panas sangat berpengaruh dalam meningkatkan respon inflamasi, meningkatkan aliran darah dalam jaringan, dan meningkatkan pembentukan edema (Tamsuri dalam Putri, 2015). Selain kompres panas, teknik relaksasi nafas dalam dan guided imagery sangat efektif dalam menurunkan sensasi nyeri pada ibu post sectio caesarian. Pada penelitian yang dilakukan oleh Patasik, Tangka, & Rottie (2013) yang meneliti tentang efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesare di Irina D Blu RSUP prof. Dr. R. D. Kandou Manado berhasil menurunkan sensasi nyeri pada klien. Relaksasi merupakan perasaan terbebas dari rasa cemas dan tekanan setelah terjadi suatu gangguan. Teknik relaksasi nafas dalam terbukti efektif menurunkan sensasi nyeri apabila dikombinasikan dengan teknik guided imageri (yaitu teknik imajinasi dan berfikir mengarah ke hal-hal yang positif). Teknik ini bisa menurunkan nyeri dari tingkatan nyeri yang sangat hebat ke dalam kategori nyeri ringan dan sedang.
Metode penurunan nyeri pada pasien post cesarean bisa dilakukan dengan teknik aromaterapy dengan minyak lavender melalui sungkup muka oksigen yang digunakan selama tiga menit. Metawie, Amasha, Abdraboo, & Ali (2015) mengatakan bahwa metode menggunakan aromaterapy dengan minyak lavender ini mampu mengontrol bagian-bagian yang nyeri pasca persalinan cesarian. Penelitian ini dilakukan pada 100 ibu post cesarian di unit postpartum di Rumah Sakit Universitas Suez Canal, Ismailia City, Mesir. Dalam percobaan ini  setengah dari peserta diberi pengobatan plasebo dan sisanya menggunakan minyak lavender melalui sungkup muka oksigen selama tiga menit. Dari percobaan tersebut aromaterapy minyak lavender ini lebih efektif dibanding dengan plasebo pengobatan. Minyak lavender memiliki keefektifan dalam penurunan nyeri post cesarian dan menjadi pengobatan non-invasif dan non-farmakologi yang signifikan setelah 30 menit digunakan melalui sungkup muka oksigen. Pengobatan non-farmakologi lebih baik karena tidak menimbulkan efek samping yang nantinya akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada klien post cesarian. Teknik ini juga lebih efektif daripada teknik relaksasi nafas dalam.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Handayani, Ummah & Yuniar (2010) mengenai evaluasi proses preoperasi pada pasien sectio caesaria di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gombong melahirkan dengan cara operasi caesaria dibutuhkan persiapan mental, intelektual serta dukungan dari keluarga. Hal ini dilakukan agar ibu hamil memiliki kesiapan psikologis yang baik dalam menjalani kehamilan maupun dalam menghadapi persalinan caesaria. Menurut sebuah studi, jumlah operasi caesaria yang direncanakan (tanpa alasan medis) meningkat sampai 30% dalam beberapa tahun terakhir. Inilah alasan mengapa wanita lebih memilih persalinan dengan cara caesaria karena mereka merasa lebih nyaman dengan kelahiran bayi terjadwal, dan bisa menghindari rasa sakit ketika melahirkan. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan desain deskriptif observasional yang bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan proses preoperasi pada pasien sectio caesaria di RS PKU Muhamadiyah Gombong. Kelengkapan proses preoperasi pada pasien SC dilakukan menggunakan alat ukur dan observasi dengan 20 pertanyaan kepada pasien SC sebanyak 17 responden (53%), dari 32 pasien telah melengkapi proses preoperasi secara baik dan 15 responden (47%) telah melengkapi proses preoperasi dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan pola penerapan yang sedikit kurang dan tingkat asuhan keperawatan preoperasi dalam hal pemantauan pasien, pengecekan peralatan seperti penghambat section, dan alat resusitasi pada bayi serta laporan PACU. Data yang lengkap memungkinkan untuk mencegah terjadinya kerugian. Sedangkan kualitasnya didapatkan hasil secara baik 18 responden (56%) dan cukup baik 14 responden (44%). Evaluasi proses preoperasi pada pasien SC di RS PKU Muhamadiyah Gombong didapatkan hasil dari kelengkapan dan kualitas yaitu secara baik.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Handayani,W., Ummah,B.A., &Yuniar,I. (2015). Evaluasi proses preoperasi pada pasien sectio caesaria (sc) di rs pku muhammadiyah gombong : Jurnal Penelitian. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 6(2): 55-62.
  2. Metawie,M.A.H., Amasha,H.A.R., Abdraboo,R.A.,&Ali,S.E. (2015). Effectiveness of aromatherapy with lavender oil in relieving post caesarean incision pain : Jurnal Penelitian. Journal of Surgery , 3(2-1): 8-13.
  3. Patasik,CK., Tangka,J., Rottie,J.(2013). Efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesare di irina D blu rsup prof. Dr. R. D. Kandou manado: Jurnal Penelitian.Ejournal Kp,1(1),1-8.
  4. Putri,D.(2015). Pengaruh pemberian kompres panas terhadap penurunan skala nyeri pada ibu primipara post seksio sesaria: Jurnal Penelitian.Jurnal Kesehatan,6(2),1-6.
  5. Sumelung,V.,Kundre,R., & Karundeng,M.(2014). Faktor – faktor yang berperan meningkatnya angka kejadian sectio caesarea di rumah sakit umum daerah liun kendage tahuna: Jurnal Penelitian.Ejournal Kp,2(1),1-7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar