Melahirkan
merupakan pengalaman yang sangat besar bagi setiap wanita. Seorang wanita yang
melahirkan harus mempertaruhkan nyawanya demi seorang anak yang akan dilahirkan
olehnya. Cara wanita melahirkan beraneka ragam, ada yang melahirkan dengan
normal dan ada yang melahirkan dengan operasi caesaria. Wiknjosastro dalam
Sumelung, Kundre, & Karundeng (2014) mengatakan bahwa sectio caesaria
merupakan tindakan operasi dimana bayi dikeluarkan melalui insisi pada dinding
perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh dan berat janin
lebih dari 500 gram. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sumelung, Kundre,
& Karundeng (2014) di RSUD Liun Kendage Tahuna ada beberapa faktor yang
mempengaruhi meningkatnya angka persalinan dengan cara sectio caesaria. Dari
330 ibu yang melahirkan di RSUD Liun Kendage Tahuna, 167 orang melahirkan
dengan operasi cesaria dengan faktor gawat janin, persalinan tidak maju,
pre-eklamsi, dan panggul ibu yang sempit. Umur mempengaruhi persalinan seorang
wanita, bagi wanita yang berumur dibawah 20 tahun rahim dan panggul belum
berkembang dengan baik sedangkan wanita yang berusia diatas 35 tahun kondisi
kesehatan rahim sudah mulai menurun. Hal tersebut dapat menjadi resiko tinggi
dalam kehamilan. Selain usia, pendidikan juga berpengaruh terhadap persalinan
seorang wanita. Semakin tinggi pendidikan mereka maka akan semakin cepat
memahami resiko persalinan yang dihadapi dan begitu pula sebaliknya semakin
rendah pendidikan maka akan semakin sulit pemahaman mereka. Dalam penelitian
ini, gawat janin merupakan indikasi utama persalinan dengan caesaria. Seorang
wanita dengan gawat janin apabila dilakukan persalinan pervaginian maka akan
sangat membahayakan keselamatan ibu dan bayi, karena ibu tidak bisa melakukan
partus normal sehingga ibu akan mengalami hipoksia serius. Faktor yang kedua
yaitu partus tidak maju, ibu mengalami ketuban pecah dini, his yang tidak
adekuat, kelainan panggul dan lain-lain. Indikasi yang ketiga yaitu
pre-eklamsia, penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan kurangnya
pemeriksaan dini pada saat hamil. Panggul sempit adalah indikasi terendah dalam
penelitian ini yang disebabkan karena terlalu kecil ukuran tubuh ibu.
Pada persalinan normal, ibu merasakan nyeri yang
sangat serius pada saat proses melahirkan. Berbeda dengan melahirkan dengan
cara caesarian, seorang ibu tampak nyaman saat proses persalinan tetapi pada
post cesarian ibu baru merasakan efek samping dari operasi caesarian yaitu
nyeri yang lebih daripada persalinan melalui pervaginian. Hal yang menyebabkan nyeri
pada saat post cesarian yaitu terjadinya komplikasi. Komplikasi yang
ditimbulkan yaitu nyeri pada daerah insisi, nyeri punggung, dan lain-lain.
Nyeri tersebut dapat menunda mobilisasi dini dan pemberian ASI eksklusif pada
bayi. Namun, nyeri-nyeri yang muncul post cesarian perlu diatasi supaya tidak
membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Pemberian kompres panas pada ibu primipara
berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri yang dialami oleh ibu post cesarian
(Putri, 2015). Selain menurunkan sensasi nyeri, kompres panas dapat
meningkatkan poses penyembuhan jaringan yang mengalami kerusakan. Kompres panas
sangat berpengaruh dalam meningkatkan respon inflamasi, meningkatkan aliran
darah dalam jaringan, dan meningkatkan pembentukan edema (Tamsuri dalam Putri, 2015).
Selain kompres panas, teknik relaksasi nafas dalam dan guided imagery sangat
efektif dalam menurunkan sensasi nyeri pada ibu post sectio caesarian. Pada
penelitian yang dilakukan oleh Patasik, Tangka, & Rottie (2013) yang
meneliti tentang efektifitas teknik
relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesare di
Irina D Blu RSUP prof. Dr. R. D. Kandou Manado berhasil
menurunkan sensasi nyeri pada klien. Relaksasi merupakan perasaan terbebas dari
rasa cemas dan tekanan setelah terjadi suatu gangguan. Teknik relaksasi nafas
dalam terbukti efektif menurunkan sensasi nyeri apabila dikombinasikan dengan
teknik guided imageri (yaitu teknik imajinasi dan berfikir mengarah ke hal-hal
yang positif). Teknik ini bisa menurunkan nyeri dari tingkatan nyeri yang
sangat hebat ke dalam kategori nyeri ringan dan sedang.
Metode penurunan nyeri
pada pasien post cesarean bisa dilakukan dengan teknik aromaterapy dengan
minyak lavender melalui sungkup muka oksigen yang digunakan selama tiga menit.
Metawie, Amasha, Abdraboo, & Ali (2015) mengatakan bahwa metode menggunakan
aromaterapy dengan minyak lavender ini mampu mengontrol bagian-bagian yang
nyeri pasca persalinan cesarian. Penelitian ini dilakukan pada 100 ibu post cesarian
di unit postpartum di Rumah Sakit Universitas Suez Canal, Ismailia City, Mesir.
Dalam percobaan ini setengah dari
peserta diberi pengobatan plasebo dan sisanya menggunakan minyak lavender
melalui sungkup muka oksigen selama tiga menit. Dari percobaan tersebut aromaterapy minyak lavender ini lebih efektif
dibanding dengan plasebo pengobatan. Minyak lavender memiliki keefektifan dalam
penurunan nyeri post cesarian dan menjadi pengobatan non-invasif dan
non-farmakologi yang signifikan setelah 30 menit digunakan melalui sungkup muka
oksigen. Pengobatan non-farmakologi lebih baik karena tidak menimbulkan efek
samping yang nantinya akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada klien post
cesarian. Teknik ini juga lebih efektif daripada teknik relaksasi nafas dalam.
Dalam
penelitian yang dilakukan oleh Handayani, Ummah & Yuniar (2010) mengenai
evaluasi proses preoperasi pada pasien sectio caesaria di rumah sakit PKU
Muhammadiyah Gombong melahirkan dengan cara operasi caesaria dibutuhkan
persiapan mental, intelektual serta dukungan dari keluarga. Hal ini dilakukan
agar ibu hamil memiliki kesiapan psikologis yang baik dalam menjalani kehamilan
maupun dalam menghadapi persalinan caesaria. Menurut sebuah studi, jumlah
operasi caesaria yang direncanakan (tanpa alasan medis) meningkat sampai 30%
dalam beberapa tahun terakhir. Inilah alasan mengapa wanita lebih memilih
persalinan dengan cara caesaria karena mereka merasa lebih nyaman dengan
kelahiran bayi terjadwal, dan bisa menghindari rasa sakit ketika melahirkan. Penelitian
yang dilakukan ini menggunakan desain deskriptif observasional yang bertujuan
untuk menggambarkan pelaksanaan proses preoperasi pada pasien sectio caesaria
di RS PKU Muhamadiyah Gombong. Kelengkapan proses preoperasi pada pasien SC
dilakukan menggunakan alat ukur dan observasi dengan 20 pertanyaan kepada
pasien SC sebanyak 17 responden (53%), dari 32 pasien telah melengkapi proses
preoperasi secara baik dan 15 responden (47%) telah melengkapi proses
preoperasi dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan pola penerapan yang sedikit
kurang dan tingkat asuhan keperawatan preoperasi dalam hal pemantauan pasien,
pengecekan peralatan seperti penghambat section, dan alat resusitasi pada bayi
serta laporan PACU. Data yang lengkap memungkinkan untuk mencegah terjadinya
kerugian. Sedangkan kualitasnya didapatkan hasil secara baik 18 responden (56%)
dan cukup baik 14 responden (44%). Evaluasi proses preoperasi pada pasien SC di
RS PKU Muhamadiyah Gombong didapatkan hasil dari kelengkapan dan kualitas yaitu
secara baik.
DAFTAR PUSTAKA
- Handayani,W., Ummah,B.A., &Yuniar,I. (2015). Evaluasi proses preoperasi pada pasien sectio caesaria (sc) di rs pku muhammadiyah gombong : Jurnal Penelitian. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 6(2): 55-62.
- Metawie,M.A.H., Amasha,H.A.R., Abdraboo,R.A.,&Ali,S.E. (2015). Effectiveness of aromatherapy with lavender oil in relieving post caesarean incision pain : Jurnal Penelitian. Journal of Surgery , 3(2-1): 8-13.
- Patasik,CK., Tangka,J., Rottie,J.(2013). Efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesare di irina D blu rsup prof. Dr. R. D. Kandou manado: Jurnal Penelitian.Ejournal Kp,1(1),1-8.
- Putri,D.(2015). Pengaruh pemberian kompres panas terhadap penurunan skala nyeri pada ibu primipara post seksio sesaria: Jurnal Penelitian.Jurnal Kesehatan,6(2),1-6.
- Sumelung,V.,Kundre,R., & Karundeng,M.(2014). Faktor – faktor yang berperan meningkatnya angka kejadian sectio caesarea di rumah sakit umum daerah liun kendage tahuna: Jurnal Penelitian.Ejournal Kp,2(1),1-7.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar