Senin, 28 November 2016

Efektivitas Kompres Air Dingin dan Kompres Air Hangat untuk Nyeri di Pre Lanjut Usia dengan Osteoartritis



Proses menua adalah proses yang dialami oleh semua makhluk hidup. Proses ini menjadi proses panjang hidup yang tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, namun telah dimulai sejak permulaan kehidupan. Pada proses ini, kekuatan muskular mulai merosot sekitar usia 40 tahun dengan suatu kemunduran yang dipercepat setelah usia 60 tahun. Jika hal ini terus terjadi, akan timbul penyakit-penyakit sendi atau yang dikenal di masyarakat sebagai rematik. Penyakit rematik yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah osteoarthiritis. Penyakit ini membuat pasien merasa nyeri.
Nyeri merupakan keluhan utama yang sering dirasakan oleh pasien dengan osteoarthritis. Banyak alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, salah satunya adalah metode non-farmakologis yang kompres air dingin dan kompres air hangat. Namun, kompres air dingin dan kompres air hangat memiliki fungsi yang berbeda. Perbandingan efektivitas antara kompres air dingin dan kompres air hangat dalam mengurangi nyeri osteoarthritis bisa diuji. Penelitian ini adalah pra eksperimen dengan satu kelompok pra dan desain post-test. Penelitian ini mengambil populasi yaitu semua pra lansia berusia 50-65 tahun dengan osteoarthritis di Kepuh Desa Kembeng dari 20 orang.
Dalam kompres air dingin diperoleh skala nyeri tertinggi sebelum terapi adalah rasa sakit yang parah (30%) dan nyeri sedang (30%), setelah terapi menjadi nyeri sedang (40%). Dalam terapi kompres air hangat kelompok memperoleh skala nyeri tertinggi sebelum pengobatan adalah nyeri sedang (60%), setelah perawatan menjadi nyeri ringan (70%). Dari hasil tabulasi menunjukkan rata-rata jumlah beda selisih antara sebelum dan sesudah perlakuan kompres air dingin adalah 2,7 sedangkan rata-rata jumlah beda selisih antara sebelum dan sesudah perlakuan kompres air hangat adalah 25. Perbedaan angka 0,2 dari beda selisih keduanya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih terapi kompres yang lebih efektif dalam menurunkan nyeri osteoarthritis. Dalam hal ini peneliti lebih menyarankan menggunakan terapi kompres air dingin. Namun, perbedaan antara kompres air dingin dan air hangat kompres untuk nyeri pada pra lansia dengan osteoarthritis tidak signifikan, keduanya sama-sama efektif dalam menurunkan nyeri osteoarthritis.

DAFTAR PUSTAKA
Kurniah, Anis., Arifin, M. Zainul.,Suhardono.2012. Effectiveness of cold water compress and warm water compress to pain in pre elderly with osteoarthritis. Nursing Journal of STIKES Insan Cendekia Medika Jombang. Vol 4 (002). 6-13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar