Proses menua
adalah proses yang dialami oleh semua makhluk hidup. Proses ini menjadi proses
panjang hidup yang tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, namun telah
dimulai sejak permulaan kehidupan. Pada proses ini, kekuatan muskular mulai
merosot sekitar usia 40 tahun dengan suatu kemunduran yang dipercepat setelah
usia 60 tahun. Jika hal ini terus terjadi, akan timbul penyakit-penyakit sendi atau
yang dikenal di masyarakat sebagai rematik. Penyakit rematik yang paling banyak
ditemukan di Indonesia adalah osteoarthiritis. Penyakit ini membuat pasien
merasa nyeri.
Nyeri merupakan
keluhan utama yang sering dirasakan oleh pasien dengan osteoarthritis. Banyak alternatif yang bisa digunakan untuk
mengurangi rasa nyeri,
salah satunya adalah metode
non-farmakologis yang kompres air dingin dan kompres air hangat. Namun,
kompres air dingin dan kompres air hangat memiliki fungsi yang berbeda. Perbandingan efektivitas antara kompres air dingin dan kompres air hangat dalam
mengurangi nyeri osteoarthritis bisa diuji.
Penelitian
ini adalah pra eksperimen dengan
satu kelompok pra
dan desain post-test. Penelitian
ini mengambil populasi yaitu semua pra lansia
berusia 50-65 tahun dengan osteoarthritis di Kepuh Desa Kembeng dari 20
orang.
Dalam kompres air dingin diperoleh skala nyeri
tertinggi sebelum terapi adalah rasa sakit yang parah (30%) dan nyeri sedang (30%),
setelah terapi menjadi nyeri sedang (40%). Dalam terapi kompres air
hangat kelompok
memperoleh skala nyeri tertinggi sebelum pengobatan adalah nyeri sedang (60%),
setelah perawatan menjadi nyeri
ringan (70%). Dari
hasil tabulasi menunjukkan rata-rata jumlah beda selisih antara sebelum dan
sesudah perlakuan kompres air dingin adalah 2,7 sedangkan rata-rata jumlah beda
selisih antara sebelum dan sesudah perlakuan kompres air hangat adalah 25.
Perbedaan angka 0,2 dari beda selisih keduanya dapat digunakan sebagai
pertimbangan dalam memilih terapi kompres yang lebih efektif dalam menurunkan
nyeri osteoarthritis. Dalam hal ini peneliti lebih menyarankan menggunakan terapi
kompres air dingin. Namun, perbedaan
antara kompres air dingin dan air hangat kompres untuk nyeri pada pra lansia
dengan osteoarthritis tidak signifikan, keduanya sama-sama efektif dalam
menurunkan nyeri osteoarthritis.
DAFTAR PUSTAKA
Kurniah, Anis., Arifin, M. Zainul.,Suhardono.2012.
Effectiveness of cold water compress and warm water compress to pain in pre
elderly with osteoarthritis. Nursing Journal of STIKES Insan Cendekia Medika
Jombang. Vol 4 (002). 6-13.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar